Friday, 8 June 2018

BIbi Pedamping setiaku







Bermula dari 5 tahun silam, ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Jakarta saat itu umurku baru 18 tahun dan baru lulus SMA. Sebagai seorang pemuda perantau yang masih lugu, saya ke pulau Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib. Paman dan Bibi yang tinggal di sebuah kota kecil B sebelah timur Jakarta.

Bercinta dengan Istri Kyai



Didi mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih sekolah. Waktu itu karena Didi yang bandel dikampungnya maka ia dikirim ke sekolah yang ada Pondok Pesantrennya di Jawa barat, Didi lalu dititipkan pada keluarga teman baik ayahnya, seorang Kiayi Fuad begitu Didi memanggilnya ia adalah seorang yang cukup berpengaruh, pak Kiayi mengelola pesantren itu sendiri yang lumayan besar. Anak-anak mereka, Halmi dan Julia yang seusia Didi kini ada di Mesir sejak mereka masih berumur 12 tahun. Sedangkan yang sulung, Irfan kuliah di Pakistan. Istri Kiayi Fuad sendiri adalah seorang pengajar di sekolah dasar negeri di sebuah kecamatan. Didi memanggilnya Nyai Fifi, wanita itu berwajah manis dan berumur 40 tahun dengan perawakan yang bongsor dan seksi khas ibu-ibu istri pejabat. Sejak tinggal di rumah Kiayi Fuad Didi seringkali ditugasi mengantar Nyai Fifi, meskipun hanya untuk pergi ke balai desa atau pergi kota Kabupaten.

Meski keluarga Kiayi Fuad cukup kaya raya dan terpandang namun tampaknya hubungan antara dia dan istrinya tak begitu harmonis. Didi sering mendengar pertengkaran-pertengkaran diantara mereka di dalam kamar tidur Kiayi Fuad, seringkali saat Didi menonton televisi terdengar teriakan mereka dari ruang tengah. Sedikitpun Didi tak mau peduli atas hal itu, toh ini bukan urusannya, lagi pula Didi kan bukan anggota keluarga mereka. Biasanya mereka bertengkar malam hari saat penghuni rumah yang lain telah terlelap tidur, dan belakangan bahkan terdengar kabar kalau Kiayi Fuad ada mempunyai wanita lain sebagai isteri simpanan.

Aku dan Kakakku



Ini mungkin sebuah
pengalaman yang paling gila
(menurutku), karena orang
pertama yang
mengajarkan seks kepadaku
adalah kakak kandungku sendiri. Aku
adalah seorang gadis
berumur 18 tahun (sekarang),
dan kakakku
sendiri berusia 23 tahun.
Sudah lama aku mengetahui kelainan yang ada pada diri
kakakku.
Karena ia sering mengajak
teman perempuannya


Kunjungi Juga


untuk tidur di rumah, dan
karena kamarku berada persis di sebelah kamarnya,
aku sering mendengar suara-
suara aneh, yang kemudian
kusadari adalah suara
rintihan dan kadang pula
teriakan-teriakan tertahan. Tentu saja meskipun orang
tuaku ada di rumah mereka
tak menaruh curiga, sebab
kakakku sendiri adalah
seorang gadis. Ketika aku mencoba
menanyakannya pada awal
Agustus 1998, kakakku sama
sekali tidak
berusaha menampiknya. Ia
mengakui terus terang kalau ia masuk sebuah klub
lesbian di kampusnya, begitu
juga dengan kekasihnya.
Waktu itu aku merasa jijik
sekaligus iba padanya, karena
aku menyadari ada faktor psikologis yang mendorong
kakakku untuk berbuat
seperti itu. Kekasihnya
pernah mengecewakannya,
kekasih yang dicintainya dan
menjadi tumpuan harapannya ternyata telah menikah
dengan orang lain karena ia
telah menghamilinya. Kembali
pada masalah tadi, sejak itu
aku jadi sering berbincang-
bincang dengan kakakku mengenai
pengalaman seksnya yang
menurutku tidak wajar itu. Ia
bercerita, selama menjalani
kehidupan sebagai lesbian, ia
sudah empat kali berganti pasangan, tapi hubungannya
dengan mantan-mantan
pacarnya tetap berjalan baik. Begitulah kadang-kadang,
ketika ia kembali
mengajak pasangannya untuk
tidur di rumah,
pikiranku jadi ngeres sendiri.
Aku sering membayangkan kenikmatan
yang tengah
dirasakannya ketika telingaku
menangkap suara
erangan dan rintihan. Aku
tergoda untuk melakukannya. Pembaca, hubunganku yang
pertama dengan kakakku
terjadi awal tahun 2000,
ketika ia baru saja putus
dengan pasangannya. Ia
memintaku menemaninya tidur di kamarnya, dan
kami menonton beberapa CD
porno, antara tiga

Kunjungi Juga




orang cewek yang sama-sama
lesbian, dan aku merinding
karena terangsang secara hebat
mengingat kakakku sendiri
juga seperti itu. Awalnya, aku meletakkan
kepalaku di paha
kakakku, dan ia mulai
mengelus-elus rambutku.
“Aku sayang kamu, makasih
ya, mau nemenin aku”, katanya berbisik di telingaku.
Mendengar hal itu, spontan
aku mendongakkan
wajah dan kulihat matanya
berlinang, mungkin ia
teringat pada kekasihnya. Refleks, aku mencium
pipinya untuk menenangkan,
dan ternyata ia
menyambutnya dengan reaksi
lain. Di balasnya
kecupanku dengan ciuman lembut dari pipi hingga ke
telingaku, dan di sana ia
menjilat ke dalam
lubang telingaku yang
membuat aku semakin
kegelian dan nafsuku tiba- tiba saja naik. Aku tak
peduli lagi meski ia adalah
kakakku sendiri, toh
hubungan ini tak akan
membuatku kehilangan
keperawanan. Jadi kuladeni saja dia. Ketika ia menunduk
untuk melepaskan kancing-
kancing
kemejaku, aku menciumi
kuduknya dan ia
menggelinjang kegelian. “Oh.. all..”, desahnya. Aku
semakin liar menjilati bagian
tengkuknya dan
memberi gigitan-gigitan kecil
yang rupanya disukai
olehnya. Ketika kusadari bahwa
kemejaku telah terlepas,
aku merasa tertantang, dan
aku membalas
melepaskan T-shirt yang ia
kenakan. Ketika ia menunduk dan menjilati
puting susuku yang
rupanya telah mengeras, aku
menggelinjang.
Kakakku demikian lihai
mempermainkan lidahnya, kuremas punggungnya.
“Oohh.. Kaakk, ah.. geli ”, Ia
mendongak kepadaku
menatap mataku yang
setengah terkatup, dan
tersenyum. “Kamu suka?”. “Yah..”,
kujawab malu-malu, mengakui. Ia kembali mempermainkan
lidahnya, dan aku
sendiri mengusap
punggungnya yang telanjang
(kakakku tak biasa pakai bra
ketika hendak tidur) dengan kukuku, kurasakan
nafasnya panas di
perutku, menjilat dan
mengecup. Aku memeluknya
erat-erat, dan mengajaknya
rebah di peraduan, lantas kutarik tubuhku sehingga ia
berada dalam
posisi telentang, kubelai
payudaranya yang
kencang dan begitu indah,
lantas kukecup pelan- pelan sambil lidahku terjulur,
mengisap kemudian
membelai sementara jemariku
bermain di pahanya
yang tidak tertutup. Aku
menyibakkan rok panjang yang dipakainya kian lebar,
dan kutarik


Kunjungi Juga



celana dalamnya yang
berwarna merah sementara
ia sendiri mengangkat
pantatnya dari kasur untuk memudahkanku melepaskan
CD yang tengah
dipakainya. Ketika aku meraba ke pangkal
pahanya, sudah
terasa begitu basah oleh
cairan yang menandakan
kakakku benar-benar sedang
bergairah. Aku sendiri terus menggelinjang
karena remasannya di
payudaraku, tapi aku ingin
lebih agresif dari pada
dia, jadi kubelai lembut
kemaluannya, dan merasakan jemariku menyentuh
clitorisnya, aku
membasahi jemariku dengan
cairan yang ada di
liang senggamanya kemudian
kuusap clitorisnya, lembut pelan, sementara ia
mendesah dan
kemudian meremas rambutku
kuat-kuat.
“Oh.. Yeahh.. Ukkhh, ahh,
terus, teruss, ahh”, celoteh kakakku dengan ributnya.
Aku terus
mengusap clitoris kakakku,
dan tiba-tiba
kurasakan tubuhnya
mengejang kuat-kuat, jemarinya meremas
punggungku, lantas ia
merebah lemas. Aku
memandang ke wajahnya
yang bersimbah
keringat, “Sudah Kak?” Ia mengangguk kecil dan
tersenyum.
“Thanks yah”, aku mengedik.
Aku belum puas, belum.
Kukeringkan jemariku
sekaligus kemaluan kakakku, kemudian aku
turun, dan menciumi pahanya.
“Ohh.. teruskan terus.. yeah..
terus..”, aku tak peduli
dengan erangan itu, aku
mendesakkan kepalaku di antara kedua pahanya dan
sementara aku mulai
menjilati selangkangannya,
kulepaskan ritsluiting
rok kakakku, dan menariknya
turun. Aku juga melepaskan sendiri celana
jeans pendek yang
tengah kupakai, kemudian aku
memutar badanku sehingga
kemaluanku berada tepat di
atas wajah kakakku. Ia mengerti dan
segera kami saling
menjilat, pantat serta pinggul
kami terus berputar
diiringi desahan-desahan
yang makin menggila. Aku terus menjilati
clitorisnya, dan kadangkala
kukulum, serta kuberi gigitan
kecil sehingga kakakku sering
berteriak keenakan.
Kurasakan jemarinya bergerak mengelusi
pantatku sementara
tangan kirinya merayap ke
pinggir dipan. Sebelum aku
menyadari apa yang ia
lakukan, ia menarik tanganku dan
menyerahkan sebuah penis

Kunjungi Juga



silikon kepadaku.
“Kak?”, bisikku tak percaya.
“Masukkan, masukkaan,
please.. ” Ragu, aku kembali ke posisi semula dengan ia
terus menjilati
clitorisku, kumasukkan penis
buatan itu perlahan-
lahan, dan kurasakan ia
meremas pantatku kuat- kuat, pinggulnya berputar
kian hebat dan kadang
ia mendorong pantatnya ke
atas, aku sendiri
menyaksikan penis itu masuk
ke lubang kemaluan kakakku dan asyik dengan
pemandangan itu,
kusaksikan benda tersebut
menerobos liang
senggamanya dan aku
membayangkan sedang bersetubuh dengan seorang
lelaki tampan yang
tengah mencumbui
kemaluanku. Lama kami
berada dalam posisi seperti
itu, sampai suatu ketika aku merasakan
ada sesuatu di dalam
tubuhku yang membuatku
seolah merinding
seluruh tubuh karena
nikmatnya, dan tahu-tahu aku menegang kuat-kuat,

Kunjungi Juga



“okh.. kaakk.. ahh.. ahh!”
Tubuhku serasa luluh lantak
dan aku tahu aku telah
mengalami orgasme, kucium
paha kakakku dan kumasukkan
penis silikon itu lebih
cepat, dan pada ritme-ritme
tertentu, kumasukkan
lebih dalam, kakakku
mengerang dan merintih, dan terus-terang, aku
menikmati pemandangan
yang tersaji di depanku
ketika ia mencapai orgasme.
Terakhir, aku mencium
clitorisnya, kemudian perut, payudara
dan bibirnya. Lantas
ketika ia bertanya, “Nyesel
nggak?” aku menggeleng
dengan tegas. Malam itu kami

Kunjungi Juga



tidur dengan tubuh telanjang
bulat, dan sekarang kami
kian sering melakukannya.

Objek Onani Ke Ibunya



Aku Sadar Dijadikan Obyek Onani Oleh Anakku, Dalam cerita ini saya menamakan diri saya, “Heather”. Ini bukan nama saya yang asli, untuk suatu alasan yang saya pikir paling baik untuk cerita ini dan tidak perlu kita pikirkan apa alasannya. Tapi jika memang anda memikirkan alasanku untuk merubah Nama, saya yakin anda tau apa alsannya.

Aku adalah seorang janda yang berumur 35 tahun dan menjadi orang tua tunggal bagi anak ku. Tinggiku sekitar 165 cm dengan berat badan kurang lebih 57 – 60 kg. Aku tau, kebanyakan wanita tidak berani mengatakan tentang berat badan mereka, tapi saya punya kelebihan dan keberanian untuk mengatakan keadaan tubuhku sekarang karena aku tidak dikenal, sebenarnya tidak ada yang berbeda dalam cerita ini.

Skandal Sex Keluarga



Ketika mendengar skandal, lebih banyak dari kita berfikir itu adalah cerita seks, cerita dewasa yang banyak orang suka, dan biasanya cerita seks di iringi dengan beredarnya foto bugil ataupun video bokep sang pelaku skandal. lalu bagaimana cerita seks skandal kali ini? Berikut cerita lengkapnya :

Vivi baru aja pulang dari sekolah. Dia lagi sebal, karena tidak seorangpun yang menjemputnya. Padahal biasanya dia selalu ada yang menjemput, khususnya supir keluarganya. Sudah ditelpon berkali-kali, mulai dari HP maminya, HP supirnya, telepon rumah, tetapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya dia putuskan untuk pulang naik taksi.

Sesampainya di rumah, Vivi segera masuk kedalam dan mencari supir keluarganya. Hendak didamprat. Hehehe…Biasa. Putri tunggal selalu judes dan manja. Dia melihat mobil yang biasa dibawa sang supir terparkir didalam garasi. Hal itu membuat dia semakin kesal. Dia berpikir sang supir pasti ketiduran.

Monday, 7 May 2018

Cerita Dewasa Pemerkosaan Sarah Azhari



Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5

Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline



This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).

Kunikmati Memek Basah Mama Pacarku


Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5


Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline



This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).

Anak Tiri Jadi Pemuas Nafsuku




Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5


Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline



This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).


Anak Tiri Jadi Pemuas Birahiku Aku ingin berbagi pengalaman, ketika aku memperoleh seorang anak tiri yang bernama Alex. Awalnya tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menjadikan Alex pemuas birahiku yang begitu besar, tapi mau diapakan lagi, Alex benar benar membuatku mencapai titik nikmat yang belumku peroleh selama ini.

Anak Tiri Jadi Pemuas Nafsuku


Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5

Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline


This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).




Anak Tiri Jadi Pemuas Birahiku Aku ingin berbagi pengalaman, ketika aku memperoleh seorang anak tiri yang bernama Alex. Awalnya tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menjadikan Alex pemuas birahiku yang begitu besar, tapi mau diapakan lagi, Alex benar benar membuatku mencapai titik nikmat yang belumku peroleh selama ini.

Berikut ini Cerita Sex tentang Anak Tiri Jadi Pemuas Birahiku selengkapnya: Jadi begini pada akhirnya dia pun mengakui kalau sudah punya anak isteri, namun apalah artinya aku yang lemah dan bodoh ini jika harus bersikeras untuk menuntutnya. Kendatipun aku tau akan sangat menyakiti isteri sahnya, jika ia mengetahui.

Ngentot Mahmud Di Saat Nonton Bioskop



Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5


Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline



This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).



Ini cerita tentang bertuemu dgn isteri orang yg aqu gauli waktu menonton di biioskop, Waktu itu harii miinggu aqu putuskan untuk menonton filem di biioskop, aqu duduk di kursii no 18, jadwal filemnya drama waktu itu, disampiingku duduk seorang mahmud mahmud dgn swami dan anaknya yg baliita.

Penontonnya sepii sekalii waktu itu, anak baliita yg dibawa mahmud disampiingku itu tidak biisa diam, swaminya sibuk oleh anaknya, sementara isterinya asiik dgn filem tersebut, waktu aqu meliiriik disampiing ternyata mahmud itu wajahnya cantiik, dgn buah dada yg cukup besar.

Sunday, 6 May 2018

SOPIR JAHANAM MEMPERKOSA AKU



Alex, Burung mudaku





Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5


Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline



This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).



Sebut saja namaku Haryani, saat menikah aku tidak tahu kalau ternyata suamiku masih berstatus suami sah orang lain, namun belakangan kuketahui nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya dia pun mengakui kalau sudah punya anak isteri, namun apalah artinya aku yang lemah dan bodoh ini jika harus bersikeras untuk menuntutnya. Kendatipun aku tahu akan sangat menyakiti isteri sahnya, jika ia mengetahui. Suamiku adalah seorang perwira yang mempunyai kedudukan penting di sebuah propinsi (tidak kusebut tempatnya).

Usianya sudah mencapai 55 tahun dan aku sendiri baru mencapai 27 tahun. Fasilitas yang diberikan dan ketakutanku lah yang membuatku sangat tak berdaya untuk menentang keberadaanku. Aku dibelikan sebuah villa yang sangat mewah yang terletak tidak begitu jauh dari kota tempat suamiku bertugas. Semua fasilitas yang diberikan kepadaku sangatlah mewah bagiku, aku mendapatkan sebuah mobil pribadi, telepon genggam dan perangkat entertainment di rumah. Namun ini semua ternyata masih kurang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan disayangi. Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan saja. Belakangan kudengar bahwa suamiku juga punya WIL lain selain aku, malahan kadang ia juga jajan kalau sedang keluar kota, kabar ini kudapatkan dari isteri ajudannya sambil wantiwanti agar aku tutup mulut. Aku sendiri memang sudah kenal dekat dengan keluarga ajudan suamiku, namun demikian sampai saat ini rahasia ini masih tersimpan cukup rapi. Bagaimanapun juga aku kesal dan sedih dengan kondisi seperti ini, sehingga timbul niatku untuk berperilaku serupa.

Pada suatu hari suamiku bertindak ceroboh dengan menitipkan anak bungsunya kepadaku, beliau memperkenalkanku sebagai ipar ajudannya. Anak itu memanggilku Mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 14 tahun. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak kurang bila dibanding dengan anakanak di kampungku. Maklumlah ia adalah anak pejabat tinggi. Jam 21.00 bapaknya telepon, meminta Alex (sebut saja nama anak itu begitu) untuk tidur di rumah karena bapak ada urusan. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang lain. Alex pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang keluarga. Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Alex, namun bagaimana caranya? aku dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya spontan kumasukkan VCDVCD porno ke dalam player untuk saya hidangkan kepada Alex. Aku hidupkan oven selama 3 menit yang kebetulan isinya adalah daging yang sudah masak sejak siang tadi. Langsung saja kurayu dia untuk menyantapnya sehingga kami pun menyantap daging panggang dan sambal kecap bersamasama. Sambil basabasi kutanyakan sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasabiasa saja, terbukti dengan kekurang antusiasannnya bicara tentang sekolah. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap motor.

Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, Kamu pasti capek, sini Mbak pijitin Dia pun diam saja, maklum dia adalah anak yang manja. Kuraih remote control dan kutekan play untuk CD yang pertama, filmfilmnya adalah jenis vivid dengan tema seks yang cukup halus. Tampaknya Alex sangat menyukainya, ah pucuk di cinta ulam pun tiba. Sambil kupijit sekujur tubuhnya, kuamati roman mukanya. Kukatakan tidak usah malu, karena itu hanya film saja (tidak sungguhan). Muka Alex tegang, setiap ada adegan orang berpelukan (cuma berpelukan) aku suruh dia telentang untuk pijatan bagian depan. Sambil telentang Alex tetap memperhatikan film yang tampaknya mulai disukainya itu. Kini acara di film mulai ke adegan yang cukup panas, seorang wanita melepas pakaiannya sehingga tinggal pakai celana dan BH dalam saja. Alex semakin tegang dan agak kupercepat tanganku mengarah ke pangkal pahanya. Purapura kupijit pahanya dengan menyentuh kemaluannya, dia terkejut ketika kemaluannya yang tegang kesentuh tanganku. Pucat pasi mukanya, namun kunetralisir dengan mengatakan Tenang Alex, semua orang sama, adalah hal yang sangat wajar bila seseorang terangsang. Karena semua orang mempunyai nafsu. Malu Mbak, jawab Alex. Kalau orang banyak malu, tapi Alex kan sendirian cuma sama Mbak. Mbak nggak malu kok. Dengan berkata demikian kubuka bajuku sehingga aku hanya pakai BH saja. Akupun heran juga kagum, anak seumur dia juga bisa tegang dan tampak tidak berdaya, jauh dari sikap seharihari yang agak arogan. Namun aku mulai menyukainya tanpa memikir yang jauh ke depan mengingat bapaknya sendiri juga berbuat serupa terhadap saya. Film terus berputar, tubuh Alex terasa hangat malah aku khawatir kalau dia sakit, dia tampak pucat entah takut apa bagaimana, aku tidak tahu.

Alex hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia tetap memperhatikan film dengan seksama. Saat kupegang lagi kemaluannya dia hanya diam saja, tak kusiasiakan kesempatan ini kuremas kemaluan yang berukuran agak kecil itu. Akupun sudah tidak memperhatikan film lagi, kubuka celana Alex dan kuperhatikan kemaluannya. Tampak bersih dan mulai ditumbuhi bulubulu halus, aku semakin bernafsu melihatnya. Langsung kuterkam dengan mulutku dan kumulai menjilatnya, Alex hanya terdiam sambil kadang pinggulnya bergerak menikmatinya. Kuhisap kemaluannya dan dia pun teriak Uh.. Mbak.. kubiarkan anak kecil itu menggelinjang, kubimbing tangannya ke payudaraku. Ah, dia malah meremas kuat sekali. Kumaklumi dia sangat lugu dalam hal ini, aku tidak menyesal malah menyukainya. Aku hisap terus, dia pun semakin bergerak tidak karuan sambil teriakteriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia teriak keras sambil tubuhnya gemetar disusul oleh cairan hangat dari kemaluannya. Aku telan cairan asin dan pekat ini tanpa rasa jijik sedikit pun, dan dia pun diam lemas terkulai. Kupeluk dia, dan kubisikkan katakata, Enakkan, sambil aku tersenyum, dia balas pelukanku dan hanya bicara Mbak.. Aku bimbing dia ke kamar mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin nanti akan bangun lagi.

Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet, dia tampak kelelahan dan tidur pulas. Aku pun puas meski tidak sampai coitus. Menjelang subuh aku bangun, dan kulihat dengan seksama tubuh Alex yang sedang tidur telanjang. Nafsuku bangkit lagi dan kucoba membangunkan burung kecil itu, ternyata berhasil dan kuulangi lagi perbuatan tadi malam dengan pertambahan Alex meningkatkan variasi permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti naruninya sebagai makhluk bernafsu, ia mungkin meniru adegan film tadi malam. BHku dibuka dan dijilati, aku pun merasakan kenikmatan dari anak bau kencur, kubayangkan anak dan bapaknya mengerjaiku seperti sekarang, ah tak mungkin. Aku tuntun tangan Alex ke kemaluanku yang sejak tadi malam belum tersentuh sama sekali. Kubimbing tangannya menggesekgesek kemaluannya dan ia pun memahami keinginanku. Gerakangerakan Alex dan servicenya kepadaku masih sangat kaku, mungkin perlu beberapa kali aku melatihnya. Tibatiba ia menarik paksa celana dalamku dan BHku pun dilucuti. Kubiarkan dia berkreasi sendiri, tampak wajahnya masih tegang tapi tidak setegang tadi malam dan ia pun mulai tidak sopan kepadaku, ah biarlah. Aku didorong hingga telentang, dan ia pun langsung menindihku. Dicobanya memasukkan burung kecil itu ke dalam kemaluanku, namun berkalikali ia tidak berhasil. Ia pun semakin penasaran, ah suami kecilku ini mesti banyak belajar dariku.

Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia pun menggesekgesekkannya. Terasa nafsuku merasuk ke sekujur tubuhku, kini penantianku tadi malam hampir tercapai dan ah nikmat sekali, suami kecilku bisa memuaskanku kali ini. Dengan cepat aku bangun dan kuhampiri burung kecil yang masih menantang itu, kuhisap dalamdalam, dia pun mengerang kenikmatan dan terus menerus kuhisap hingga badannya bergetar dan lagilagi air liur burung kecil yang hangat itu menjadi bagian dari dagingku. Hari sudah terang, dan segera kami mandi air hangat bersamasama. Aku merasa puas dan Alex hanya diam saja, entah apa yang dipikirkan. Menyesalkah? aku tidak tanya. Kenyataannya kisah ini masih berlangsung, sekarang Alex sudah SMA dan masih tetap dalam bimbinganku.
Pagi harinya bapaknya Alex (yang juga suamiku) datang dan dengan tanpa menaruh curiga sedikitpun. Ini adalah pengalaman pertamaku dengan burung muda.

perjakaku di ambil oleh perawat sexy yang merawat ku


Steven Universe Full Episodes

Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5


Watching Now


http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html


Storyline



This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).




Cerita Dewasa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, dimana saat itu saya sedang dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari. Saya masih duduk di kelas 2 SMA pada saat itu. Dan dalam urusan asmara, khususnya “bercinta” saya sama sekali belum memiliki pengalaman berarti. Saya tidak tahu bagaimana memulai cerita ini, karena semuanya terjadi begitu saja. Tanpa kusadari, ini adalah awal dari semua pengalaman asmaraku sampai dengan saat ini.

Sebut saja nama wanita itu Ira, karena jujur saja saya tidak tahu siapa namanya. Ira adalah seorang suster rumah sakit dimana saya dirawat. Karena terjangkit gejala pengakit hepatitis, saya harus dirawat di Rumah sakit selama beberapa hari. Selama itu juga Ira setiap saat selalu melayani dan merawatku dengan baik. Orang tuaku terlalu sibuk dengan usaha pertokoan keluarga kami, sehingga selama dirumah sakit, saya lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri, atau kalau pas kebetulan teman-temanku datang membesukku saja.

Yang kuingat, hari itu saya sudah mulai merasa agak baikkan. Saya mulai dapat duduk dari tempat tidur dan berdiri dari tempat tidur sendiri. Padahal sebelumnya, jangankan untuk berdiri, untuk membalikkan tubuh pada saat tidurpun rasanya sangat berat dan lemah sekali. Siang itu udara terasa agak panas, dan pengap. Sekalipun ruang kamarku ber AC, dan cukup luas untuk diriku seorang diri. Namun, saya benar-benar merasa pengap dan sekujur tubuhku rasanya lengket. Yah, saya memang sudah beberapa hari tidak mandi. Maklum, dokter belum mengijinkan aku untuk mandi sampai demamku benar-benar turun.

Akhirnya saya menekan bel yang berada disamping tempat tidurku untuk memanggil suster. Tidak lama kemudian, suster Ira yang kuanggap paling cantik dan paling baik dimataku itu masuk ke kamarku.

“Ada apa Dik?” tanyanya ramah sambil tersenyum, manis sekali.

Tubuhnya yang sintal dan agak membungkuk sambil memeriksa suhu tubuhku membuat saya dapat melihat bentuk payudaranya yang terlihat montok dan menggiurkan.

“Eh, ini Mbak. Saya merasa tubuhku lengket semua, mungkin karena cuaca hari ini panas banget dan sudah lama saya tidak mandi. Jadi saya mau tanya, apakah saya sudah boleh mandi hari ini mbak?”, tanyaku sambil menjelaskan panjang lebar.

Saya memang senang berbincang dengan suster cantik yang satu ini. Dia masih muda, paling tidak cuma lebih tua 4-5 tahun dari usiaku saat itu. Wajahnya yang khas itupun terlihat sangat cantik, seperti orang India kalau dilihat sekilas.

“Oh, begitu. Tapi saya tidak berani kasih jawabannya sekarang Dik. Mbak musti tanya dulu sama Pak dokter apa adik sudah boleh dimandiin apa belum”, jelasnya ramah.

Mendengar kalimatnya untuk “memandikan”, saya merasa darahku seolah berdesir keatas otak semua. Pikiran kotorku membayangkan seandainya benar Mbak Ira mau memandikan dan menggosok-gosok sekujur tubuhku. Tanpa sadar saya terbengong sejenak, dan batang kontolku berdiri dibalik celana pasien rumah sakit yang tipis itu.

“Ihh, kamu nakal deh mikirnya. Kok pake ngaceng segala sih, pasti mikir yang ngga-ngga ya. hi hi hi”.

Mbak Ira ternyata melihat reaksi yang terjadi pada penisku yang memang harus kuakui sempat mengeras sekali tadi. Saya cuma tersenyum menahan malu dan menutup bagian bawah tubuhku dengan selimut.

“Ngga kok Mbak, cuma spontanitas aja. Ngga mikir macem-macem kok”, elakku sambil melihat senyumannya yang semakin manis itu.

“Hmm, kalau memang kamu mau merasa gerah karena badan terasa lengket Mbak bisa mandiin kamu, kan itu sudah kewajiban Mbak kerja disini. Tapi Mbak bener-bener ngga berani kalau Pak dokter belum mengijinkannya”, lanjut Mbak Ira lagi seolah memancing gairahku.

“Ngga apa-apa kok mbak, saya tahu Mbak ngga boleh sembarangan ambil keputusa” jawabku serius, saya tidak mau terlihat “nakal” dihadapan suster cantik ini. Lagi pula saya belum pengalaman dalam soal memikat wanita.

Suster Ira masih tersenyum seolah menyimpan hasrat tertentu, kemudian dia mengambil bedak Purol yang ada diatas meja disamping tempat tidurku.

“Dik, Mbak bedakin aja yah biar ngga gerah dan terasa lengket”, lanjutnya sambil membuka tutup bedak itu dan melumuri telapak tangannya dengan bedak.

Saya tidak bisa menjawab, jantungku rasanya berdebar kencang. Tahu-tahu, dia sudah membuka kancing pakaianku dan menyingkap bajuku. Saya tidak menolak, karena dibedakin juga bisa membantu menghilangkan rasa gerah pikirku saat itu. Mbak Ira kemudian menyuruhku membalikkan badan, sehingga sekarang saya dalam keadaan tengkurap diatas tempat tidur.

Tangannya mulai terasa melumuri punggungku dengan bedak, terasa sejuk dan halus sekali. Pikiranku tidak bisa terkontrol, sejak dirumah sakit, memang sudah lama saya tidak membayangkan hal-hal tentang seks, ataupun melakukan onani sebagaimana biasanya saya lakukan dirumah dalam keadaan sehat. Kontolku benar-benar berdiri dan mengeras tertimpa oleh tubuhku sendiri yang dalam keadaan tenglungkup. Rasanya ingin kugesek-gesekkan kontolku di permukaan ranjang, namun tidak mungkin kulakukan karena ada Mbak Ira saat ini. fantasiku melayang jauh, apalagi sesekali tangannya yang mungil itu meremas pundakku seperti sedang memijat. Terasa ada cairan bening mengalir dari ujung kontolku karena terangsang.

Beberapa saat kemudian Mbak Ira menyuruhku membalikkan badan. Saya merasa canggung bukan main, karena takut dia kembali melihat kontolku yang ereksi.

“Iya Mbak..”, jawabku sambil berusaha menenangkan diri, sayapun membalikkan tubuhku.

Kini kupandangi wajahnya yang berada begitu dekat denganku, rasanya dapat kurasakan hembusan nafasnya dibalik hidung mancungnya itu. Kucoba menekan perasaan dan pikiran kotorku dengan memejamkan mata.

Sekarang tangannya mulai membedaki dadaku, jantungku kutahan sekuat mungkin agar tidak berdegup terlalu kencang. Saya benar-benar terangsang sekali, apalagi saat beberapa kali telapak tangannya menyentuh putingku.

“Ahh, geli dan enak banget”, pikirku.
“Wah, kok jadi keras ya? he he he”, saya kaget mendengar ucapannya ini.
“Ini loh, putingnya jadi keras.. kamu terangsang ya?”

Mendengar ucapannya yang begitu vulgar, saya benar-benar terangsang. Kontolku langsung berdiri kembali bahkan lebih keras dari sebelumnya. Tapi saya tidak berani berbuat apa-apa, cuma berharap dia tidak melihat kearah kontolku.

Saya cuma tersenyum dan tidak bicara apa-apa. Ternyata Mbak Ira semakin berani, dia sekarang bukan lagi membedaki tubuhku, melainkan memainkan putingku dengan jari telunjuknya. Diputar-putar dan sesekali dicubitnya putingku.

“Ahh, geli Mbak. Jangan digituin”, kataku menahan malu.

“Kenapa? Ternyata cowok bisa terangsang juga yah kalau putingnya dimainkan gini”, lanjutnya sambil melepas jari-jari nakalnya.

Saya benar-benar kehabisan kata-kata, dilema kurasakan. Disatu sisi saya ingin terus di”kerjain” oleh Mbak Ira, satu sisi saya merasa malu dan takut ketahuan orang lain yang mungkin saja tiba-tiba masuk.

“Dik Iwan sudah punya pacar?”, tanya Mbak Ira kepadaku.
“Belum Mbak”, jawabku berdebar, karena membayangkan ke arah mana dia akan berbicara.
“Dik Iwan, pernah main sama cewek ngga?”, tanyanya lagi.
“Belum mbak” jawabku lagi.
“hi.. hi.. hi.. masa ngga pernah main sama cewek sih”, lanjutnya centil.

Aduh pikirku, betapa bodohnya saya bisa sampai terjebak olehnya. Memangnya “main” apaan yang saya pikirkan barusan. Pasti dia berpikir saya benar-benar “nakal” pikirku saat itu.

“Pantes deh, de Iwan dari tadi Mbak perhatiin ngaceng terus, Dik Iwan mau main-main sama Mbak ya?

Wow, nafsuku langsung bergolak. Saya cuma terbengong-bengong. Belum sempat saya menjawab, Mbak Ira sudah memulai aksinya. Dicumbuinya dadaku, diendus dan ditiup-tiupnya putingku. Terasa sejuk dan geli sekali, kemudian dijilatnya putingku, dan dihisap sambil memainkan putingku didalam mulutnya dengan lidah dan gigi-gigi kecilnya.

“Ahh, geli Mbak”m rintihku keenakan.

Kemudian dia menciumi leherku, telingaku, dan akhirnya mulutku. Awalnya saya cuma diam saja tidak bisa apa-apa, setelah beberapa saat saya mulai berani membalas ciumannya. Saat lidahnya memaksa masuk dan menggelitik langit-langit mulutku, terasa sangat geli dan enak, kubalas dengan memelintir lidahnya dengan lidahku.

Kuhisap lidahnya dalam-dalam dan mengulum lidahnya yang basah itu. Sesekali saya mendorong lidahku kedalam mulutnya dan terhisap oleh mulutnya yang merah tipis itu. Tanganku mulai berani, mulai kuraba pinggulnya yang montok itu. Namun, saat saya mencoba menyingkap rok seragam susternya itu, dia melepaskan diri.

“Jangan di sini Dik, ntar kalau ada yang tiba-tiba masuk bisa gawat”, katanya.

Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung menuntunku turun dari tempat tidur dan berjalan masuk ke kamar mandi yang terletak disudut kamar. Di dalam kamar mandi, dikuncinya pintu kamar mandi. Kemudian dia menghidupkan kran bak mandi sehingga suara deru air agak merisik dalam ruang kecil itu. Tangannya dengan tangkas menanggalkan semua pakaian dan celanaku sampai saya telangjang bulat.

Kemudian dia sendiripun melepas topi susternya, digantungnya di balik pintu, dan melepas beberapa kancing seragamnya sehingga saya sekarang dapat melihat bentuk sempurna payudaranya yang kuning langsat dibalik Bra-nya yang berwarna hitam.

Kami pun melanjutkan cumbuan kami, kali ini lebih panas dan bernafsu. Saya belum pernah berciuman dengan wanita, namun Mbak Ira benar-benar pintar membimbingku. Sebentar saja sudah banyak jurus yang kepelajari darinya dalam berciuman.

Kulumat bibirnya dengan bernafsu. Kontolku yang berdiri tegak kudekatkan kepahanya dan kugesek-gesekkan. Ahh enak sekali. Tanganku pun makin nekat meremas dan membuka Bra-nya. Kini dia sudah bertelanjang dada dihadapanku, kuciumi puting susunya, kuhisap dan memainkannya dengan lidah dan sesekali menggigitnya.

“Yes, enak.. ouh geli Wan, ah.. kamu pinter banget sih”, desahnya seolah geram sambil meremas rambutku dan membenamkannya ke dadanya.

Kini tangannya mulai meraih kontolku, digenggamnya. Tersentak saya dibuatnya. Genggamannya begitu erat, namun terasa hangat dan nikmat. Saya pun melepas kulumanku di putingnya, kini kududuk diatas closet sambil membiarkan Mbak Ira memainkan kontolku dengan tangannya. Dia jongkok mengahadap selangkanganku, dikocoknya kontolku pelan-pelan dengan kedua tangannya.

“Ahh, enak banget Mbak.. asik.. ahh.. ahh..”, desahku menahan agar tidak menyemburkan maniku cepat-cepat.

Kuremas payudaranya saat dia terus mengocok kontolku, sekarang kulihat dia mulai menyelipkan tangan kirinya diselangkannya sendiri, digosok-gosoknya tangannya ke arah memeknya sendiri. Melihat aksinya itu saya benar-benar terangsang sekali. Kujulurkan kakiku dan ikut memainkan memeknya dengan jempol kakiku. Ternyata dia tidak mengelak, dia malah melepas celana dalamnya dan berjongkok tepat diatas posisi kakiku.

Kami saling melayani, tangannya mengocok kontolku pelan sambil melumurinya dengan ludahnya sehingga makin licin dan basah, sementara saya sibuk menggelitik memeknya yang ditumbuhi bulu-bulu keriting itu dengan kakiku. Terasa basah dan sedikit becek, padahal saya cuma menggosok-gosok saja dengan jempol kaki.

“Yes.. ah.. nakal banget kamu Wan.. em, em, eh.. enak banget”, desahnya keras.

Namun suara cipratan air bak begitu keras sehingga saya tidak khawatir didengar orang. Saya juga membalas desahannya dengan keras juga.

“Mbak Ira, sedotin kontol saya dong.. please.. saya kepingin banget”, pintaku karena memang sudah dari tadi saya mengharapkan sedotan mulutnya di kontolku seperti adegan film BF yang biasa kutonton.

“Ih.. kamu nakal yah”, jawabnya sambil tersenyum.

Tapi ternyata dia tidak menolak, dia mulai menjilati kepala kontolku yang sudah licin oleh cairan pelumas dan air ludahnya itu. Saya cuma bisa menahan nafas, sesaat gerakan jempol kakiku terhenti menahan kenikmatan yang sama sekali belum pernah kurasakan sebelumnya.

Dan tiba-tiba dia memasukkan kontolku ke dalam mulutnya yang terbuka lebar, kemudian dikatupnya mulutnya sehingga kini kontolku terjepit dalam mulutnya, disedotnya sedikit batang kontolku sehingga saya merasa sekujur tubuhku serasa mengejang, kemudian ditariknya kontolku keluar.

“Ahh.. ahh..”, saya mendesah keenakkan setiap kali tarikan tangannya dan mulutnya untuk mengeluarkan kontolku dari jepitan bibirnya yang manis itu.

Kupegang kepalanya untuk menahan gerakan tarikan kepalanya agar jangan terlalu cepat. Namun, sedotan dan jilatannya sesekali disekeliling kepala kontolku didalam mulutnya benar-benar terasa geli dan nikmat sekali.

Tidak sampai diulang 10 kali, tiba-tiba saya merasa getaran di sekujur batang kontolku. Kutahan kepalanya agar kontolku tetap berada dsidalam mulutnya. Seolah tahu bahwa saya akan segera “keluar”, Mbak Ira menghisap semakin kencang, disedot dan terus disedotnya kontolku. Terasa agak perih, namun sangat enak sekali.

“AHH.. AHH.. Ahh.. ahh”, teriakku mendadak tersemprot cairan mani yang sangat kental dan banyak karena sudah lama tidak dikeluarkan itu kedalam mulut Mbak Ira.

Dia terus memnghisap dan menelan maniku seolah menikmati cairan yang kutembakkan itu, matanya merem-melek seolah ikut merasakan kenikmatan yang kurasakan. Kubiarkan beberapa saat kontolku dikulum dan dijilatnya sampai bersih, sampai kontolku melemas dan lunglai, baru dilepaskannya sedotannya.

Sekarang dia duduk di dinding kamar mandi, masih mengenakan pakaian seragam dengan kancing dan Bra terbuka, ia duduk dan mengangkat roknya ke atas, sehingga kini memeknya yang sudah tidak ditutupi CD itu terlihat jelas olehku. Dia mebuka lebar pahanya, dan digosok-gosoknya memeknya dengan jari-jari mungilnya itu.

Saya cuma terbelalak dan terus menikmati pemandangan langka dan indah ini. Sungguh belum pernah saya melihat seorang wanita melakukan masturbasi dihadapanku secara langsung, apalagi wanita itu secantik dan semanis Mbak Ira. Sesaat kemudian kontolku sudah mulai berdiri lagi, kuremas dan kukocok sendiri kontolku sambil tetap duduk di atas toilet sambil memandang aktifitas “panas” yang dilakukan Mbak Ira.

Desahannya memenuhi ruang kamar mandi, diselingi deru air bak mandi sehingga desahan itu menggema dan terdengar begitu menggoda. Saat melihat saya mulai ngaceng lagi dan mulai mengocok kontol sendiri, Mbak Ira tampak semakin terangsang juga.

Tampak tangannya mulai menyelip sedikit masuk kedalam memeknya, dan digosoknya semakin cepat dan cepat. Tangan satunya lagi memainkan puting susunya sendiri yang masih mengeras dan terlihat makin mancung itu.

“Ihh, kok ngaceng lagi sih.. belum puas ya..”, canda Mbak Ira sambil mendekati diriku.

Kembali digenggamnya kontolku dengan menggunakan tangan yang tadi baru saja dipakai untuk memainkan memeknya. Cairan memeknya di tangan itu membuat kontolku yang sedari tadi sudah mulai kering dari air ludah Mbak Ira, kini kembali basah. Saya mencoba membungkukkan tubuhku untuk meraih memeknya dengan jari-jari tanganku, tapi Mbak Ira menepisnya.

“Ngga usah, biar cukup Mbak aja yang puasin kamu.. hehehe”, agak kecewa saya mendengar tolakannya ini.

Mungkin dia khawatir saya memasukkan jari tanganku sehingga merusak selaput darahnya pikirku, sehingga saya cuma diam saja dan kembali menikmati permainannya atas kontolku untuk kedua kalinya dalam kurun waktu 10 menit terakhir ini.

Kali ini saya bertahan cukup lama, air bak pun sampai penuh sementara kami masih asyik “bermain” di dalam sana. Dihisap, disedot, dan sesekali dikocoknya kontolku dengan cepat, benar-benar semua itu membuat tubuhku terasa letih dan basah oleh peluh keringat.

Mbak Ira pun tampak letih, keringat mengalir dari keningnya, sementara mulutnya terlihat sibuk menghisap kontolku sampai pipinya terlihat kempot. Untuk beberapa saat kami berkonsentrasi dengan aktifitas ini. Mbak Ira sunggu hebat pikirku, dia mengulum kontolku, namun dia juga sambil memainkan memeknya sendiri.

Setelah beberapa saat, dia melepaskan hisapannya.

Dia merintih, “Ah.. ahh.. ahh.. Mbak mau keluar Wan, Mbak mau keluar”, teriaknya sambil mempercepat gosokan tangannya.

“Sini mbak, saya mau menjilatnya”, jawabku spontan, karena teringat adegan film BF dimana pernah kulihat prianya menjilat memek wanita yang sedang orgasme dengan bernafsu.

Mbak Ira pun berdiri di hadapanku, dicondongkannya memeknya ke arah mulutku.

“Nih.. cepet hisap Wan, hisap..”, desahnya seolah memelas.

Langsung kuhisap memeknya dengan kuat, tanganku terus mengocok kontolku. Aku benar-benar menikmati pengalaman indah ini. Beberapa saat kemudian kurasakan getaran hebat dari pinggul dan memeknya. Kepalaku dibenamkannya ke memeknya sampai hidungku tergencet diantara bulu-bulu jembutnya. Kuhisap dan kusedot sambil memainkan lidahku di seputar kelentitnya.

“Ahh.. ahh..”, desah Mbak Ira disaat terakhir berbarengan dengan cairan hangat yang mengalir memenuhi hidung dan mulutku, hampir muntah saya dibuatnya saking banyaknya cairan yang keluar dan tercium bau amis itu.

Kepalaku pusing sesaat, namun rangsangan benar-benar kurasakan bagaikan gejolak pil ekstasi saja, tak lama kemudian sayapun orgasme untuk kedua kalinya. Kali ini tidak sebanyak yang pertama cairan yang keluar, namun benar-benar seperti membawaku terbang ke langit ke tujuh.

Kami berdua mendesah panjang, dan saling berpelukkan. Dia duduk diatas pangkuanku, cairan memeknya membasahi kontolku yang sudah lemas. Kami sempat berciuman beberapa saat dan meninggalkan beberapa pesan untuk saling merahasiakan kejadian ini dan membuat janji dilain waktu sebelum akhirnya kami keluar dari kamar mandi. Dan semuanya masih dalam keadaan aman-aman saja.

Mbak Ira, adalah wanita pertama yang mengajariku permainan seks. Sejak itu saya sempat menjalin hubungan gelap dengan Mbak Ira selama hampir 2 tahun, selama SMA saya dan dia sering berjanji bertemu, entah di motel ataupun di tempat kostnya yang sepi.

Keperjakaanku tidak hanya kuberikan kepadanya, tapi sebaliknya keperawanannya pun akhirnya kurenggut setelah beberapa kali kami melakukan sekedar esek-esek. Kini saya sudah kuliah di luar kota, sementara Mbak Ira masih kerja di Rumah sakit itu.

Saya jarang menanyakan kabarnya, lagi pula hubunganku dengannya tidak lain hanya sekedar saling memuaskan kebutuhan seks. Konon, katanya dia sering merasa “horny” menjadi perawat. Begitu pula pengakuan teman-temannya sesama suster. Saya bahkan sempat beberapa kali bercinta dengan teman-teman Mbak Ira.

Pengalaman masuk rumah sakit, benar-benar membawa pengalaman indah bagi hidupku, paling tidak masa mudaku benar-benar nikmat. Mbak Ira, benar-benar fantastis menurutku.

Pacarku Seorang Bajingan

Steven Universe

Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5

Watching Now



Storyline


This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).





Sudah hampir satu minggu aku di rawat dalam rumah sakit ini, namaku Bunga usiaku baru menginjak 21 tahun. Aku seorang pelajar dari salah satu universitas ternama, dan masuk ke rumah sakit ini karena mengalami kecelakaan motor. Ya aku sering naik motor meskipun mamaku sudah melarang bahkan dia pernah mengadukan perbuatanku pada papa tapi aku masih saja ngeyel tidak memperdulikan nasehatnya.

Banyak yang bilang kalau aku memiliki wajah yang begitu cantik, dan aku tidak menampik hal itu karena sejak SMP aku sudah menjalin hubungan meskipun hanya sebatas cinta monyet. Kata cowok yang menjadi pacarku bilang kalau aku memang cantik, tapi sampai sekarang aku belum juga menemukan cowok yang membuat hatiku benar-benar luluh. Karena selama ini aku berpacaran hanya untuk main-main saja.