Sunday, 6 May 2018

SOPIR JAHANAM MEMPERKOSA AKU




Steven Universe Full Episodes


Number of Episodes : 146

Number of Seasons : 5

Watching Now

http://tvglobalstream.com/tv/61175/steven-universe.html

Storyline


This series is set in the fictional Beach City, where ageless alien warriors, the Crystal Gems, live in an ancient beachside temple, protecting the world from evil. They project female humanoid forms from magical gemstones that are the core of their being. The Crystal Gems are Garnet, Amethyst, Pearl and Steven, a young half-human, half-Gem boy who inherited his gemstone from his mother, the Gems' former leader Rose Quartz. As Steven tries to figure out his powers, he spends his days with his human father Greg, his friend Connie, other people in Beach City, or the other Gems, whether to help them save the world or just to hang out. He explores the abilities passed down to him by his mother, which include fusion (the ability of Gems to merge their identities and bodies to form a new and more powerful personality).




Peristiwa ini terjadi tiga tahun yang lalu. Kejadiannya di Jakarta, di daerah Sunter, aku yang berumur 14 tahun tinggal bersama kakak perempuanku, menempati salah satu rumah yang dimiliki paman mereka. Kebetulan rumah itu tidak ditempatinya. Saat itu kakakku, Ai Ling berumur 19 tahun dan telah kuliah tingkat satu di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Kedua orang tua kami tinggal di Jawa Tengah, dimana mereka mengelola sebuah toko. Karena dirasa Jakarta lebih kondusif sebagai tempat menuntut ilmu, maka mereka mengirim kami ke Jakarta untuk bersekolah.

Kakakku Ai Ling wajahnya cukup cantik mirip dengan bintang film dari Hongkong atau Taiwan. Kulitnya putih mulus, karena memang kami adalah dari keluarga keturunan chinese. Dengan tinggi di atas 160 cm bobot 50 kg, tubuhnya cukup ideal untuk seorang gadis remaja. Sehingga tidaklah mengherankan kalau temanteman cowoknya banyak yang mendekatinya. Bahkan yang menyukainya tidak hanya cowok keturunan chinese saja. Banyak pula temanteman kuliah cowoknya yang pribumi juga terangterangan mendekatinya. Di kampusnya memang antara pribumi dan non pribumi jumlahnya seimbang. Namun Ai Ling tidak menanggapinya, karena sebetulnya Ai Ling telah mempunyai pacar yang pada waktu itu sedang kuliah di Amerika. Selain aku dan Ai Ling, rumah tersebut juga dihuni oleh seorang pembantu perempuan dan seorang sopir pribadi yang rutin bertugas mengantar kami sekolah dan kuliah. Sopir kami bernama Sudin. Sebelumnya ia bekerja sebagai tukang ojek.

Beberapa saat sebelum terjadi peristiwa tersebut, sebenarnya aku telah mempunyai firasat yang kurang mengenakkan mengenai Sudin. Beberapa kali aku memergoki Sudin sedang menatap dengan tajam bagian tubuh tertentu dari Ai Ling, jika kebetulan Ai Ling sedang tidak menyadarinya. Memang kadangkadang jika berada di rumah dan sedang santai, Ai Ling sering mengenakan baju rumah yang cukup ketat. Apalagi setelah pembantu perempuan kami pulang ke desanya, karena ada salah satu anggota keluarganya yang sedang sakit keras, kadangkadang Ai Ling hanya sendirian dengan Sudin di dalam rumah karena jam sekolahku berbeda. Tetapi untungnya pada malam hari Sudin tidak menginap di rumah kami.

Suatu malam saat aku dan Ai Ling sedang santai menonton TV di ruang tamu, tibatiba Sudin muncul bersama dua orang temannya tukang ojek yang biasa beroperasi di sekitar daerah itu. Sudin rupanya telah lama berniat akan merampok rumah majikannya tersebut, karena hanya Nico dan Ai Ling saja yang tinggal di rumah itu. Untuk melancarkan rencana tersebut, Sudin telah mengontak 2 orang temannya yang bekas sesama tukang ojek, untuk membantunya melaksanakan maksud tersebut. Pada hari dan waktu yang telah ditentukan mereka melaksanakan rencana tersebut, karena itulah mengapa tibatiba mereka muncul malam itu di rumah kami. Sambil mengancam dengan pisau, mereka memaksa kami untuk menunjukan barangbarang berharga dan uang yang disimpan dalam lemari. Dengan ketakutan Ai Ling menyerahkan barangbarang berharga milik kami seperti uang, arloji, handphone, dll. Mereka kemudian masuk ke kamar Ai Ling untuk mengambil perhiasan dan barangbarang berharga lainnya.

Melihat kegarangan mereka hati kami menjadi ciut. Kami berdoa dalam hati biarlah barangbarang tersebut diambil asalkan kami tetap selamat. Setelah selesai mengambil semuanya, tibatiba salah seorang teman Sudin berkata: Eh, ngomongngomong cewek ini boleh juga ya. Mending kita sikat saja sekalian., Iya nih. Wajahnya cakep dan kulit mukanya putih, nggak tahu kalau bagian tubuh yang lainnya, kata yang lain sambil memandang kakakku dengan tersenyumsenyum. Wah, bener juga kata lu. Susunya montok tuh, ngelihatnya saja sudah bikin orang ngaceng, kita bisa pesta nih. Mimpi apa kita semalam. Apalagi kita belum pernah ngerasain amoy. Yuk dah, kita garap ramerame, timpalnya lagi.

Saat itu kakakku baru pulang setelah pergi bersama temannya dan mengenakan kaos berwarna merah yang cukup ketat. Sudin segera mendekati Ai Ling yang berdiri ketakutan di pinggir tembok. Tangannya dengan cepat merabaraba pipi Ai Ling yang putih mulus, sambil ia berkata pada temantemannya, Cewek manis ini, namanya Ai Ling. Aku sendiri sebenarnya sudah lama pengen ngerasain dia. Apalagi dia suka banget pake pakaian yang bikin orang terangsang. Hari ini kita bakalan puas deh. Dengan segera Ai Ling menampik tangan Sudin dan sambil menatap wajahnya dengan menguatkan hatinya, Ai Ling mencoba menggertak Sudin, Kurang ajar kamu yah. Aku ini kan majikanmu, tega benar kamu hendak berbuat kurang ajar padaku! Bukannya takut Sudin malah makin berani, sahutnya, Aku memang kacungmu yang biasa diperintahperintah, tapi kali ini kamulah yang akan menuruti kemauan kami, kata Sudin. Tibatiba kedua tangannya dengan cepat meraih payudara Ai Ling dan segera meremasremasnya dengan ganas. Ai Ling yang telah tersandar pada tembok, tidak dapat mengelaknya, Adduhhhh, jangaaann!, jeritnya kaget mendapat perlakuan kasar dari Sudin tersebut. Melihat itu akupun menjadi emosi, seketika kuterjang Sudin dan memukulinya. Tapi mereka kemudian mengeroyokku dan memukuliku sampai babak belur. Sementara Ai Ling menjeritjerit menyaksikan aku dipukuli oleh bajinganbajingan itu. Kamu jangan macammacam kalau tidak ingin kami bunuh! hardik Sudin sambil menampar mukaku. Jo, ikat dia. Biar dia ngeliat kita ngerjain kakaknya, kata Sudin memerintah temannya.

Kemudian mereka menyeretku ke kamar Ai Ling dan mengikatku di kursi dekat ranjangnya. Setelah itu mereka menggotong Ai Ling yang terus memberontak, kedalam kamarnya dan melemparnya ke atas tempat tidurnya. Ai Ling, dengar baikbaik, kalian akan kuampuni kalau kamu mau menuruti kemauan kami. Kalau kamu melawan, adikmu akan kubunuh dan kau pun akan kubunuh setelah kami puas menikmatimu. Saat ini tidak ada yang dapat menolong kalian, kata Sudin.

Sementara karena ketakutan diancam hendak dibunuh, akhirnya Ai Ling tidak berani berteriak keraskeras dan pasrah dengan nasibnya. Segera dengan tidak membuangbuang waktu mereka langsung mendekati Ai Ling yang masih terkapar di atas tempat tidur dan mulai mengerubutinya. Sudin langsung mencium muka Ai Ling, mulamula hidung dan pipinya dijilatjilatnya, seakanakan sedang menikmati betapa licin dan mulusnya pipi Ai Ling tersebut, akhirnya bibir Ai Ling dilumatnya dengan ganas. Sementara kedua tangannya tidak tinggal diam, dengan nafsu merabaraba buah dada yang mulus padat itu, kemudian meremasremasnya dengan sangat bernafsu. Dari mulut Ai Ling hanya terdengar jeritan lirih, Aaagghhh., aaggghhh, jaangaannn, jannngaannn, aaammmpunnnnn, aammmppunnnnnn!, Jaaanngaaannn, peerrkoossssaaaa, saaayyaaaaa!, akan tetapi sambil tertawatawa Sudin berkata, Tenang saja, nanti juga lo akan merasa keenakan, niiihhhh, gimana rasanya, enak khan pijitanku. Susumu benarbenar nikmat, katanya sementara aktifitas kedua tangannya tetap masih meremasremas payudara Ai Ling.

Badan Ai Ling menggeliatgeliat, tapi dia tidak dapat menghindar karena kedua teman Sudin masingmasing memegang kaki dan tangannya eraterat sambil tertawatawa. Lalu mereka tidak mau kalah dengan Sudin, salah seorang di antaranya yang memegang kedua kaki Ai Ling, langsung menyingkap dan menarik lepas rok Ai Ling, sehingga terlihat celana dalam merah muda dan kedua belah paha Ai Ling yang putih mulus. Kemudian sambil menduduki kedua kaki Ai Ling, kedua tangan orang tersebut segera mengeluselus kedua paha Ai Ling yang sudah setengah terpentang itu dengan bebas. Tangannya mulamula hanya bermainmain di kedua paha, naik turun, tapi akhirnya secara perlahanlahan mulai mengeluselus belahan di antara kedua pangkal paha Ai Ling yang masih ditutupi CD itu. Tidak cukup sampai di situ, bahkan salah satu jari tengahnya dimasukan ke celana dalam Ai Ling dan dipaksakan masuk kedalam kemaluan Ai Ling yang masih sangat rapat itu. Badan Ai Ling hanya bisa menggeliatgeliat saja dan pantatnya bergerak menggeser ke kiri ke kanan mencoba menghindari tangantangan yang menggerayangi paha dan kemaluannya itu. Dari mulutnya tetap terdengar jeritan,Jaaangannnn, jjannngann, aadduuhhh, aaddduhhhhh.! dan dari kedua matanya mengalir air mata putus asa, kepalanya digelenggelengkan ke kiri ke kanan, menahan rasa geli yang mulai merambat ke seluruh tubuhnya. Secara perlahanlahan pada bagian CDnya yang menutupi belahan liang kewanitaannya mulai terlihat membasah.

Rupanya tubuh Ai Ling tidak dapat menyembunyikan reaksinya atas perasaan terangsangnya menerima perlakuan tersebut. Dengan kedua tangan yang dipegang di atas kepalanya dan kedua kaki diduduki dan di saat bersamaan mulutnya dilumatlumat dengan ganas dan buah dadanya diremasremas, serta elusanelusan disertai sentuhansentuhan jari pada klitorisnya, membuat suatu sensasi yang tidak dapat dilukiskan dengan katakata, tibatiba melanda perasaan Ai Ling, perasaan putus asa, perasaan terhina dan ketidakberdayaan secara bersamaan menimbulkan suatu penyerahan dan kepasrahan total yang mengakibatkan suatu kenikmatan yang maha dahsyat melanda perasaan dan tubuh Ai Ling. Sungguh menyakitkan memang menyaksikan peristiwa itu. Dimana sebuah tubuh putih mulus dan cantik, sedang telentang lemas tanpa daya dikerubuti oleh tiga lelaki kasar sopir dan tukang ojek yang bertubuh hitam tidak terawat dengan tangantangan yang berkeliaran kemanamana, benarbenar terlihat sangat kontras.

Akhirnya Sudin menyobek lepas kaos yang dikenakan Ai Ling, sehingga sekarang Ai Ling hanya mengenakan BH dan celana dalam saja. Sudin merabaraba dan mengeluselus buah dada Ai Ling yang masih tertutup BHnya sambil berkata, Wah penasaran nih pingin lihat susunya amoy. katanya sambil tersenyumsenyum. Kemudian dengan perlahanlahan Sudin membuka BH Ai Ling. Dan dengan terpesona mereka menatap payudara Ai Ling yang sangat indah itu. Buah dada Ai Ling putih mulus, tidak terlalu besar, masih sangat kencang berdiri tegak dengan ujung putingnya yang coklat muda kecil, tapi terlihat sudah mengeras karena dieluselus dari tadi. Wah susu Ai Ling sangat bagus ya! kata salah seorang dari mereka sementara kedua tangannya mengusapusap payudara Ai Ling dengan perlahanlahan seakanakan terpesona, karena baru sekarang dia pernah melihat buah dada indah, yang sedemikian putih dan halus itu. Wah putingnya coklat muda. Bikin tambah nafsu saja, kata yang lain. Coba lihat ukuran BHnya, eh BHnya Triumph ukurannya 34 C, kata salah seorang dari mereka. Kemudian ganti Sudin yang merabaraba dan meremasremas perlahan buah dada Ai Ling. Yang seorang lagi yang dari tadi duduk pada kedua kaki Ai Ling, tidak mau kalah juga, segera saja CD merah muda Ai Ling ditarik dengan kasar sehingga sobek dan segera dicampakkannya ke pinggir, sehingga sekarang Ai Ling benarbenar telah berada dalam keadaan polos, telanjang bulat tanpa selembar benang pun yang melekat di tubuhnya, terkapar tak berdaya dengan tangantangan hitam kasar mirip tangantangan gurita yang sedang menggerayangi lekuklekuk tubuh yang molek itu.

Pada bagian bawah tubuh Ai Ling yang membukit kecil di antara kedua pahanya yang putih mulus itu, kemaluannya yang kecil berbentuk garis memanjang yang menggelembung pada kedua pinggirnya, tampak ditutupi oleh bulu kemaluannya yang lebat yang berwarna coklat muda. Hehehe, lihat tuh jembutnya lebat sekali. Aku suka sama cewek yang satu ini. Kemudian teman Sudin langsung merabaraba dan mengeluselus bulu kemaluannya sambil membuka kedua paha Ai Ling makin melebar. Terlihatlah liang vaginanya yang masih rapat. Tangan hitam dan kasar itu segera menjamah liang yang sempit itu sambil menggesekgesekan jempolnya pada tonjolan daging kecil yang terletak di bagian atasnya. Sementara puting susu Ai Ling sedang diisapisap oleh Sudin dengan lahapnya sambil sesekali mempermainkan putingnya dengan ujung lidahnya. Sedangkan temannya yang satu lagi, yang dari tadi memegangi kedua tangan Ai Ling, sekarang sedang melumat mulut dan kedua bibir Ai Ling dengan rakus dan lidahnya dengan paksa dimasukkan ke dalam mulut Ai Ling dan mempermainkan lidah Ai Ling. Mendapat perlakuan seperti itu, Ai Ling yang benarbenar telah tak berdaya, hanya bisa menggeliatgeliat dan mendesis lirih, Aaaghhh, sshhhhh, sshhhhh, mmhhhh.!.

Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada Sudin, Din, kamu mulai duluan aja yah!, OK kata Sudin dengan cepat dan segera menghentikan kegiatannya untuk membuka baju sampai celana dalamnya. Tampaklah batang kemaluannya yang telah tegang, berwarna hitam pekat, besar dengan bagian kepalanya yang bulat mengkilat dan bagian batangnya yang dikelilingi oleh uraturat menonjol, terlihat sangat mengerikan. Setelah selesai melepaskan seluruh bajunya, dengan cepat Sudin kembali naik ke tempat tidur dan merangkak di atas badan Ai Ling. Sudin berjongkok di antara kedua paha Ai Ling, yang dengan paksa dibuka melebar oleh teman Sudin yang memegang kedua kaki Ai Ling. Mata Ai Ling terlihat terbelalak melihat benda hitam besar di antara kedua paha Sudin itu. Badan Ai Ling terlihat bergetar halus, rupanya belumbelum Ai Ling telah merasa ngilu pada kemaluannya membayangkan benda hitam besar itu nantinya akan mengadukaduk kemaluannya dengan ganas.

Dengan sebelah tangan bertumpu pada ranjang di samping badan Ai Ling, tangan Sudin yang satunya memegang batang penisnya dan dengan perlahanlahan digosokgosokkannya pada bibir kemaluan Ai Ling. Begitu kepala penis Sudin menyentuh klitoris Ai Ling, terlihat badan Ai Ling menjadi kejang dan agak berkelejotan serta dari mulutnya yang sedang dilumat oleh teman Sudin terdengar suara, Eeehhmm, Sudin terus melakukan kegiatannya menggesekgesek kepala penis pada bibir kemaluan Ai Ling, yang akhirnya menjadi licin dan basah oleh cairan yang keluar dari penis Sudin dan juga dari dalam kemaluan Ai Ling sendiri. Merasakan bibir kemaluan Ai Ling yang telah basah itu, Sudin berkata, Oohhhh rupanya lo udah terangsang juga yaaa..! Kemudian dengan perlahanlahan Sudin mulai menekan kepala penisnya membelah bibir kemaluan Ai Ling. Mendapat tekanan dari kepala penis Sudin, bibir kemaluan Ai Ling tertekan ke bawah dan mulai terbuka dan karena kemaluan Ai Ling telah basah, akhirnya kepala penis Sudin mulai terbenam ke dalam lubang kewanitaan Ai Ling dengan mudahnya.

Disebabkan penis Sudin yang sangat besar, maka klitoris Ai Ling ikut tertarik masuk kedalam lubang kemaluannya dan terjepit oleh batang penis Sudin yang berurat menonjol itu. Hal ini menimbulkan perasaan geli dan sekaligus nikmat yang amat sangat pada diri Ai Ling, sehingga disertai badannya yang menggeliatgeliat, dengan tanpa sadar dari mulutnya terdengar suara, Ooohhhhhh, yang panjang, mengikuti tekanan penis Sudin pada kemaluannya. Kedua pahanya terlihat mengejang dengan kuat. Merasakan hal ini, tanpa menyianyiakan waktu Sudin langsung menekan habis rudalnya ke dalam vagina Ai Ling dengan ganas. Aadduuuhh, sakiittt!, terdengar Ai Ling menjerit saat rudal Sudin itu menerobos masuk ke dalam liang vagina Ai Ling. Kemudian Sudin segera mendorong dengan sekuat tenaga sehingga seluruh barang miliknya amblas seluruhnya, sampai kedua pahanya yang hitam itu menekan dengan ketat paha putih mulus Ai Ling yang terkangkang itu.

Memang ini bukan pertama kalinya Ai Ling disetubuhi orang, karena sebelum pacarnya keluar negeri, mereka sudap pernah melakukannya sekali, akan tetapi penis Sudin ini jauh lebih besar dan panjang daripada penis pacarnya, sehingga ketika penis Sudin menerobos masuk, meski kemaluan Ai Ling telah sangat basah, akan tetapi tetap saja Ai Ling merasa pedih. Tanpa mengenal belas kasihan, Sudin mulai memajumundurkan pantatnya, sehingga penisnya yang besar itu, keluar masuk berulangulang kedalam kemaluan Ai Ling. Sambil melakukan itu ia berkata, Waahh, eenaak niih masih seret! Sementara kedua temannya tetap sibuk mengeluselus dan meremasremas payudara serta membelaibelai seluruh badan Ai Ling, sambil tertawatawa mendengar perkataan Sudin.

Sementara itu terlihat vagina Ai Ling memerah menerima tekanan dan gesekangesekan dari penis Sudin yang besar itu. Waaah, gila sempit benar niihhh, mimpi apa aku semalam, kata Sudin. Sambil terus menyetubuhi Ai Ling dengan ganas, Sudin berkata lagi, Hey non.., enak sekali lhhhoo, benarbenar puas aku atas servismu ini.., ha.., ha.., ha..! Sambil tertawatawa dia mengocok tubuh Ai Ling habishabisan. Sementara Ai Ling hanya bisa merintihrintih dan menjeritjerit. Suara jeritannya makin lama makin lemah, diganti oleh suara mendengusdengus, Oohh, oohhh, aadduhh, aadduuhh!, dan badan Ai Ling tibatiba mengejang dengan hebat sehingga bagian pinggangnya tertekuk ke atas, rupanya tanpa dapat dicegahnya, Ai Ling mengalami orgasme dengan hebat, ada beberapa detik lamanya badannya tersentaksentak dan akhirnya Ai Ling terkulai dengan lemas dengan kedua kakinya terkangkang lebar. Benarbenar Ai Ling mengalami kenikmatan yang hebat yang tidak terelakkan walaupun sebenarnya itu bertentangan dengan kemauannya, membuat pikirannya serasa melayanglayang.

Sekarang Sudin memegang kedua pinggul Ai Ling dan menariknya keatas, sehingga pantat Ai Ling tidak terletak pada kasur lagi. Dengan posisi ini Sudin dengan leluasa menancapkan penisnya dalamdalam ke lubang kemaluan Ai Ling dengan tanpa halangan. Sambil pantatnya dimajumundurkan, sekalisekali Sudin menekan pantat Ai Ling rapatrapat ke tubuhnya dan memutarmutar pinggul Ai Ling, sehingga kemaluan Ai Ling mengocokngocok penis Sudin yang terbenam habis di dalamnya. Terlihat bahwa tubuh Ai Ling menggeliatgeliat dan bergerakgerak mengikuti gerakan Sudin. Dan saking kerasnya dorongan pantat Sudin menekan pinggul Ai Ling, kedua payudara Ai Ling mengikuti goyangan tersebut dengan bergerakgerak berputarputar. Sementara mulut Ai Ling mendesah setiap kali Sudin menekan penisnya dalamdalam ke lubang kemaluannya. He.., he.., he.., akhirnya lo takluk juga yaa? Kalau nggak gini kan kamu nggak tahu enaknya yang sebenarnya! kata Sudin tanpa berusaha menghentikan aktifitasnya. Kedua teman Sudin menyaksikan hal tersebut sambil tertawatawa. Lihat susunya berputarputar, katanya. Kemudian akhirnya mereka semua menanggalkan pakaiannya masingmasing sehingga akhirnya keempat orang di ranjang tersebut semuanya telanjang bulat. Tubuh Ai Ling yang putih mulus tersebut tampak kontras dengan tubuh hitam ketiga lelaki yang sedang menggumulinya.

Sementara Sudin menikmati kemaluan Ai Ling sambil meremasremas kedua payudaranya, yang lainnya juga ikut menggesekgesekkan penisnya pada tubuh Ai Ling. Bahkan salah seorang di antaranya memasukkan penisnya ke mulut Ai Ling, memaksa Ai Ling untuk melakukan oral sex. Pada saat yang bersamaan, Sudin memerintahkan Ai Ling untuk melakukan pijit ala Thai yaitu memijat dengan kedua payudaranya. Ai Ling yang telah takluk dan pasrah itu, hanya bisa menuruti kemauannya dengan menekan dan menggesekgesek susunya ke seluruh tubuh Sudin. Sambil tertawa puas Sudin berkata, Wah, baru kali ini aku ngerasain dipijat sama susu amoy. Rasanya lebih enak daripada di Kramat Tunggak. Tak lama kemudian Sudin mengalami ejakulasi dan menumpahkan seluruh spermanya ke dalam vagina Ai Ling. Tampak ia terengahengah. Setelah itu giliran rekan Sudin satunya, Jo yang merasakan vagina Ai Ling. Mulamula ia melakukannya dalam posisi Ai Ling terduduk lalu dalam posisi doggy style. Sambil melakukannya ia menepuknepuk payudara Ai Ling yang bergerakgerak. Sementara ia melakukan itu, teman satunya yang berambut Gondrong berada di depan Ai Ling, memaksanya untuk memasukkan penisnya ke dalam mulut Ai Ling, sehingga akhirnya Ai Ling terpaksa mengulum penisnya. Goyangan orang yang di belakang menggerakkan seluruh tubuh Ai Ling sehingga si Gondrong di depan jadi merem melek nikmat karena penisnya dikocok oleh mulut Ai Ling.

Selang sesaat mereka berganti posisi, si Gondrong yang mulanya dikulum sekarang berganti menikmati vagina Ai Ling sementara Jo dikulum penisnya. Setelah itu ia berdiri dan menyuruh Ai Ling untuk berlutut di depannya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Ai Ling. Ai Ling diperintahkan mengulum dan menjilati penisnya seolaholah seperti permen lolipop. Ketika Ai Ling melakukannya, ia berkacak pinggang dan tertawatawa. Sementara itu si Gondrong asyik merabaraba dan menggesekgesek klitoris dan bibir vagina Ai Ling, sehingga hal ini membuat badan Ai Ling menggelinjanggelinjang dan dari mulutnya yang tersumbat penis Jo, terdengar erangan tertahan, Eehhmm, eehhhmmm.., setelah itu kedua tangan Jo yang semula berkacak pinggang, mulai meremasremas buah dada Ai Ling yang tergantung bebas itu. Setelah puas dengan permainan itu, kemudian mereka menelentangkan Ai Ling di atas ranjang dan lelaki yang Gondrong menggesekgesekkan penisnya ke buah dada Ai Ling dan kemudian dia menduduki dada Ai Ling dan menjepitkan penisnya diantara kedua gundukan daging kenyal tersebut, sambil mendorong pantatnya maju mundur, sehingga penisnya menggesekgesek di antara kedua gundukan buah dada Ai Ling tersebut.

Kemudian mereka berganti posisi lagi. Kali ini giliran si Gondrong yang memasukkan penisnya ke dalam vagina Ai Ling. Ia melakukannya pada Ai Ling yang dalam posisi tidur miring. Sementara itu Jo bersimpuh di depan wajah Ai Ling dan lagilagi memasukkan penisnya ke dalam mulut Ai Ling. Kemudian ganti Jo yang memasukkan barangnya ke dalam kemaluan Ai Ling. Pada saat akan ejakulasi, ia mengeluarkan penisnya dan memuncratkan air maninya di payudara Ai Ling. Si Gondrong berkata, Eh, sialan lu padahal gua mau ngemut susunya. Eh lu semprot dengan peju lu. Mendengar itu, mereka semua pada tertawa. Setelah itu Jo meratakan spermanya ke seluruh bagian dada Ai Ling, sehingga tubuh Ai Ling menjadi basah mengkilap oleh spemanya. Akhirnya kembali si Gondrong yang menikmati Ai Ling. Ia melakukannya dalam posisi duduk sementara Ai Ling telentang di depannya. Ia merentangkan kedua paha Ai Ling lebarlebar dan memegangi pinggulnya sementara ia memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Ai Ling. Setelah itu ia memasukkan penisnya ke mulut Ai Ling yang duduk di depannya. Pada saat akan ejakulasi, ia menyemprotkan air maninya ke muka dan rambut Ai Ling dan melapnya ke seluruh bagian muka Ai Ling. Kemudian ia menyuruh Ai Ling untuk menjilati sisa sperma di batang penisnya sampai bersih.

Setelah itu kembali Sudin meminta Ai Ling mengulum penisnya sampai ia mengalami ejakulasi kedua. Pada saat ejakulasi, ia menumpahkan seluruh spermanya di dalam mulut Ai Ling, sehingga Ai Ling terpaksa menelan seluruh sperma yang dikeluarkannya. Setelah itu Sudin memerintahkan Ai Ling menjilati sisa sperma di penisnya sampai licin mengkilat. Dengan demikian maka akhirnya puaslah sudah ketiga lakilaki bejat tersebut menikmati tubuh mulus Ai Ling. Sambil tertawatawa si Gondrong berkata, Kita puas deh hari ini. Kamu memang dapat memuaskan lakilaki. Kami semua senang bisa menikmati kamu, Kamu tentunya puas juga khan merasakan nikmatnya kontolkontol kami. Gimana rasanya, enak khan dinikmati oleh supir dan tukang ojek..!, kata Sudin. Gila nih cewek. Cakepcakep gini ternyata suka nenggak peju, timpal Jo. Mereka semua tertawa mendengar perkataan Jo. Ayo ah kita cabut. Kita udah puas nih. Terima kasih ya atas barangbarangnya serta bonus istimewanya, kata Sudin. Setelah puas akhirnya mereka membawa barangbarang jarahannya dan meninggalkan Ai Ling dalam keadaan lemas dan telanjang bulat serta menangis terisakisak.

Masih terlihat bekas cairan air mani belepotan di seprei. Sejak saat itu Sudin dan kawankawannya menghilang dari daerah itu. Untunglah Ai Ling orangnya cukup tegar. Setelah menjalani terapi dengan dokter ahli, Ai Ling akhirnya secara perlahanlahan dapat sembuh dan dapat melupakan peristiwa tragis itu. Setelah cuti satu tahun Ai Ling melanjutkan kuliahnya lagi. Ia juga dapat bergaul dengan temantemannya seperti sebelumnya. Hal yang paling menguntungkan adalah Ai Ling tidak hamil oleh peristiwa itu. Walaupun satu hal yang tidak dapat disangkal lagi adalah bahwa Ai Ling pernah diperkosa, hal ini kami rahasiakan, hanya keluarga terdekat kami saja yang mengetahuinya