Thursday, 21 December 2017

BIRAHI MELIAH



Kisahku tidak berakhir di cerita sebelumnya. Bercinta dengan pria lain memang betul-betul membuat aku ketagihan. Dengan jilbab yang lebar dan tetap menjadi seorang ibu, tidak mengurangi sedikitpun nafsuku yang ternyata luar biasa.


Kembali suatu hari, saat itu suamiku sedang bekerja di kantornya, sementara anakku masih di sekolahnya. Seperti biasa aku sibuk mempersiapkan makan siang untuk mereka. Sambil menunggu mereka yang akan pulang, aku iseng membuka-buka album foto kuliah dulu. Satu-persatu kulihat sambil mengenang teman-teman kuliahku dulu. Tiba-tiba aku melihat foto angkatanku dulu, ada seorang teman priaku yang cukup tampan, selain itu juga ia rapi dalam bekerja. Perasaan penasaranku mulai bekerja, sedikit berdebar-debar membayangkan aku bisa berdekatan dengan dia lagi. Aku teringat, bahwa saat ini ia sudah bekerja sebagai salah seorang dokter gigi di sebuah puskesmas. Ingin sekali aku datang ke tempat prakteknya selagi suami tidak ada, tapi dalam pikiranku, dia juga akan kaget dan mungkin saja rencanaku untuk merasakan sentuhannya menjadi buyar.

Sedikit mengenang, dahulu ketika kami kuliah, kami memang akrab, ia sering membantuku, terkadang kami pulang bareng dari kampus. Tapi karena takdir, dan aku seorang perempuan yang berjilbab lebar, sementara ia hanya seorang pria biasa..lalu ia mengundurkan diri, dan kami saat ini sama-sama sudah menikah.

Kembali ke rencana tadi, aku memiliki rencana, agar tidak terlalu terlihat oleh suamiku, aku justru ingin mengajaknya bersama anak-anakku untuk mengantarku ke puskemas tersebut. Tibalah hari yang direncanakan itu, aku berasalan bahwa gigiku sakit dan suamiku sama sekali tidak keberatan untuk mengantarku pada hari itu.

Sesampainya kami di puskemas tersebut, aku segera turun, sementara suami menunggu di mobil bersama anak-anakku. Lalu aku mendaftar ke bagian pendaftara…tak lama menunggu, namaku pun dipanggil. Aku tahu persis bahwa hari ini ia praktek, dan hatikupun tak sabar untuk menemuinya. Hari itu aku berdandan. Dengan tetap berjilbab lebar berwarna biru muda, ditambah dengan parfum feminism yang baru kubeli kemarin, serta sedikit kosmetik pada pipiku, membuat diriku pada hari itu tampil lebih manis, kontras dengan kulitku yang putih bersih.

Kunjungi Juga

https://bio.izaygadget.com/

“Pagi dok” ujarku.

“Pagi,..eh kamu Meliah” sahutnya, kaget melihatku. “Sama siapa ?”

“Sama suami dan anak-anak, mereka menunggu di luar”

“oo..udah lama ya kita nggak ketemu, ada kali 5 tahunan” ucapnya sambil tersenyum. Kemudian perbincangan kami berlanjut lebih santai. Ia banyak menanyakan keluargaku dan aku juga banyak menanyakan keluarganya, seolah-olah diantara kami tidak ada perasaan canggung. Padahal sungguh, saat itu aku sungguh canggung memandang wajahnya yang masih terawat bersih.

“Sakit apa ?” tanyanya.

“Ini gigi belakangku agak berlubang, belakangan ini terasa ngilu” jawabku.

“Ya udah baringan dulu situ” ujarnya sambil menunjuk kursi pasien.

Perasaanku campur aduk, membayangkan aku bisa kembali berdekatan dengannya, sementara suami masih menunggu di luar. Kemudian ia segera mengambil peralatannya dan mulai memeriksa gigiku. Sebelumnya ia telah meminta asistennya untuk keluar sebentar.

Nah inilah cerita inti yang tak mungkin dapat kulupakan. Awalnya ia masih dengan konsentrasi memeriksa gigiku. Kami masih sama-sama terdiam, terkadang tersenyum sipu. Posisinya dia sangat dekat dengan badanku. Bahkan aku bisa mencium bau parfumnya yang eksotik, dan aku rasa dia juga begitu. Sampai suatu ketika tanpa sengaja, tanganku yang berada di samping, menyentuh tidak sengaja bagian bawah celananya. Karena ia memang posisi berdiri, sedangkan aku duduk.

“Maaff..” ucapku singkat malu.

“Nggak apa-apa” jawabnya cuek sambil mulutnya masih tertutup kain penutup. Namun entah kenapa, aku merasa tanganku sering tersenggol bagian depan kemaluannya. Aku rasa dia sengaja. Perasaanku pun mulai kalut. Jantungku berdegup kencang, Lama-lama ia mulai berani menggesek-gesekkan kemaluannya ke tanganku. Awalnya tanganku pasif dan biasa saja, tapi lama-kelamaan aku menikmatinya juga dan mulai meraba kemaluannya secara perlahan dari luar celana. Mata ku pun kupejam, belum pernah kami berbuat seperti ini sebelumnya. Kemudian ia mulai berani, di duduk persis di sampingku, dan membuka penutup mulutnya, lalu ia mulai pelan-pelan meraba payudaraku yang masih tertutup jilbab besar. Pelan…tapi pasti, aku merasakan nikmat yang luar biasa. Lalu ia mulai meraba kemaluanku yang masih tertutup rok panjang. Aku mulai blingsatan..tak sengaja pantatku mulai bergerak-gerak mengikuti rabaan dari dia. Aku pun tak mau kalah, aku mulai memasukkan tanganku ke dalam celana panjangnya, tapi masih di luar celana dalamnya. Kuraba halus..kurasa ia juga sudah terangsang. Karena tak lama kemudia ia mulai berani menyisipkan tangannya ke dalam celana dalamku dari balik rok. Perlahan ia raba mulut vaginaku, bulu-bulu yang tipis, dan sentuhannya yang lembut membuat aku betul-betul terangsang hebat. Aku pun berani untuk memasukkan tanganku ke dalam celana dalamnya. Kuraba sambil sesekali kukocok kemaluannya dari dalam. Saat itu memang puskemas sedang sepi, karena hari beranjak siang. Sampai akhirnya ia berani memasukkan jarinya dan menyentuh klitoris ku, serta bermain-main dengannya. Perasaan itu luar biasa hebat..aku jadi lebih blingsatan..bergerak mengikuti rabaan dari jarinya tersebut. Kemudian tangannya satunya lagi disisipkan dari balik jilbabku, meraba payudaraku. Wuihh aku jadi sangat terangsang. Terus saja ia meraba payudara dan klitorisku. Lumayan lama kami bermain seperti itu, karena dengan irama yang perlahan, kami berdua benar-benar menikmatinya. Sampai kemudian aku merasakan orgasme yang tak tertahan. Lalu ia pun menghadapkan celananya ke hadapan wajahku, kubuka perlahan resleting dan kuturunkan sedikit celana panjangnya serta celana dalamnya. Lalu mulai kukulum perlahan kontolnya. Aku betul-betul tidak menduga, bahwa keisenganku hari ini betul-betul dahsyat, aku tidak saja dapat merasakan sentuhan tangannya, tapi juga aku dapat merasakan kontolnya, walaupun kami tidak berhubungan. Kukulum perlahan, kumainkan lidahku ke kepala kontolnya yang malah belum pernah sama sekali aku lakukan bersama suamiku. Dengan kawanku yang satu ini malah fantasiku menjadi Meliahr. Tak lama kemudian ia pun orgasme dengan memuntahkan banyak spermanya ke dalam mulutku.

Kunjungi Juga

https://bio.izaygadget.com/

Kemudian kami segera membereskan pakaian kami, dan ia bekerja kembali menyelesaikan pekerjaannya yang belum tuntas. Selesainya kami tak berkata apa-apa. Aku hanya pamit dan kemudian menemui suami dan anakku yang sedang menunggu di luar.